Jakarta – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, menghadiri Evaluasi Laporan Kinerja Triwulan IV yang digelar di Aula Lantai 8 Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri terkait pelaksanaan evaluasi kinerja penjabat kepala daerah periode Oktober dan November 2024.
Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri oleh 15 Penjabat Pendamping yang terdiri dari Asisten, Staf Ahli, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana. Acara ini menjadi ajang penilaian atas capaian kinerja berdasarkan 10 indikator prioritas yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Paparan 10 Indikator Prioritas
Dalam paparannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto membeberkan sejumlah capaian Kabupaten Bombana selama periode 27 Agustus hingga 27 November 2024. Ia menjelaskan bahwa evaluasi ini menitikberatkan pada 10 indikator prioritas, yaitu: kesehatan, penurunan angka stunting, peningkatan layanan publik, pengurangan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penyerapan anggaran, perizinan, pengangguran, serta pelaksanaan kegiatan unggulan.
“Kami terus berupaya maksimal untuk mencapai target kinerja sesuai indikator yang telah ditetapkan. Beberapa capaian signifikan telah diraih, meskipun masih ada tantangan yang harus diatasi, terutama dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan serapan anggaran,” ujar Edy Suharmanto.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar-OPD dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam meraih capaian tersebut. “Kerjasama lintas sektor sangat penting. Semua elemen harus bergerak bersama untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Fokus pada Penurunan Stunting dan Kemiskinan
Salah satu sorotan dalam evaluasi ini adalah upaya pemerintah Kabupaten Bombana dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Edy Suharmanto mengungkapkan bahwa program-program yang bersifat inovatif telah dilaksanakan, seperti pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta pendampingan intensif untuk keluarga kurang mampu.
“Kami memahami bahwa stunting dan kemiskinan ekstrem adalah masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan holistik. Oleh karena itu, program kami dirancang agar mampu menyentuh akar masalah,” ujar Edy Suharmanto.
Pengelolaan Anggaran dan Layanan Publik
Dalam hal penyerapan anggaran, Edy Suharmanto menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bombana telah meningkatkan pengelolaan anggaran secara efisien dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya percepatan layanan publik, termasuk dalam hal perizinan.
“Kami memastikan bahwa proses perizinan menjadi lebih cepat dan transparan. Ini penting untuk mendukung investasi di daerah dan menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Penilaian Kemendagri
Dalam sesi tanggapan, perwakilan Inspektorat Jenderal Kemendagri memberikan apresiasi atas komitmen dan kerja keras pemerintah Kabupaten Bombana dalam mencapai target kinerja. Namun, mereka juga mengingatkan agar evaluasi ini dijadikan momentum untuk terus memperbaiki kelemahan yang ada.
“Kami melihat kemajuan signifikan di beberapa indikator, tetapi perlu penguatan lebih lanjut, terutama dalam pengendalian inflasi dan pengentasan pengangguran,” ujar salah satu evaluator.
Optimisme Menuju 2025
Pj. Bupati Bombana menyampaikan optimisme bahwa Kabupaten Bombana akan mampu memperbaiki kinerja di semua sektor yang menjadi perhatian. Ia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Kinerja ini adalah cerminan dari kerja keras bersama. Dengan dukungan seluruh elemen, saya yakin Bombana dapat terus bergerak maju,” pungkasnya.
Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bombana untuk merefleksikan capaian dan strategi yang telah dilakukan, sekaligus merancang langkah-langkah perbaikan ke depan. Dengan fokus pada kolaborasi dan inovasi, pemerintah daerah optimis dapat mencapai target pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Jakarta – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, menghadiri Evaluasi Laporan Kinerja Triwulan IV yang digelar di Aula Lantai 8 Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2024). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri terkait pelaksanaan evaluasi kinerja penjabat kepala daerah periode Oktober dan November 2024.
Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri oleh 15 Penjabat Pendamping yang terdiri dari Asisten, Staf Ahli, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana. Acara ini menjadi ajang penilaian atas capaian kinerja berdasarkan 10 indikator prioritas yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Paparan 10 Indikator Prioritas
Dalam paparannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto membeberkan sejumlah capaian Kabupaten Bombana selama periode 27 Agustus hingga 27 November 2024. Ia menjelaskan bahwa evaluasi ini menitikberatkan pada 10 indikator prioritas, yaitu: kesehatan, penurunan angka stunting, peningkatan layanan publik, pengurangan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), penyerapan anggaran, perizinan, pengangguran, serta pelaksanaan kegiatan unggulan.
“Kami terus berupaya maksimal untuk mencapai target kinerja sesuai indikator yang telah ditetapkan. Beberapa capaian signifikan telah diraih, meskipun masih ada tantangan yang harus diatasi, terutama dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan serapan anggaran,” ujar Edy Suharmanto.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar-OPD dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam meraih capaian tersebut. “Kerjasama lintas sektor sangat penting. Semua elemen harus bergerak bersama untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Fokus pada Penurunan Stunting dan Kemiskinan
Salah satu sorotan dalam evaluasi ini adalah upaya pemerintah Kabupaten Bombana dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Edy Suharmanto mengungkapkan bahwa program-program yang bersifat inovatif telah dilaksanakan, seperti pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta pendampingan intensif untuk keluarga kurang mampu.
“Kami memahami bahwa stunting dan kemiskinan ekstrem adalah masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan holistik. Oleh karena itu, program kami dirancang agar mampu menyentuh akar masalah,” ujar Edy Suharmanto.
Pengelolaan Anggaran dan Layanan Publik
Dalam hal penyerapan anggaran, Edy Suharmanto menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bombana telah meningkatkan pengelolaan anggaran secara efisien dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya percepatan layanan publik, termasuk dalam hal perizinan.
“Kami memastikan bahwa proses perizinan menjadi lebih cepat dan transparan. Ini penting untuk mendukung investasi di daerah dan menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Penilaian Kemendagri
Dalam sesi tanggapan, perwakilan Inspektorat Jenderal Kemendagri memberikan apresiasi atas komitmen dan kerja keras pemerintah Kabupaten Bombana dalam mencapai target kinerja. Namun, mereka juga mengingatkan agar evaluasi ini dijadikan momentum untuk terus memperbaiki kelemahan yang ada.
“Kami melihat kemajuan signifikan di beberapa indikator, tetapi perlu penguatan lebih lanjut, terutama dalam pengendalian inflasi dan pengentasan pengangguran,” ujar salah satu evaluator.
Optimisme Menuju 2025
Pj. Bupati Bombana menyampaikan optimisme bahwa Kabupaten Bombana akan mampu memperbaiki kinerja di semua sektor yang menjadi perhatian. Ia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Kinerja ini adalah cerminan dari kerja keras bersama. Dengan dukungan seluruh elemen, saya yakin Bombana dapat terus bergerak maju,” pungkasnya.
Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bombana untuk merefleksikan capaian dan strategi yang telah dilakukan, sekaligus merancang langkah-langkah perbaikan ke depan. Dengan fokus pada kolaborasi dan inovasi, pemerintah daerah optimis dapat mencapai target pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
![]()











