Daerah  

PKK Sultra dan Pemkab Bombana Bersinergi Sosialisasi Cegah Stunting dan Permasalahan Remaja

Bombana, 1 Oktober 2024 – Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menggelar sosialisasi pencegahan stunting, pernikahan dini, tindak pidana kekerasan seksual (TPKS), tindak pidana perdagangan orang (TPPO), bullying, serta bahaya narkoba. Kegiatan ini menyasar para siswa-siswi SMP dan SMA di Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Devi Yunari Ashady, M.Si, berlangsung dengan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, Devi menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap generasi muda di Kabupaten Bombana dapat tumbuh menjadi individu yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas. Masa depan bangsa ada di tangan kalian. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berprestasi. Gunakan waktu kalian sebaik-baiknya untuk belajar, beribadah, dan berkarya,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Sekretaris DPPKB Bombana, Irna Rochatiningrum, S.TP., MM, menyampaikan materi mengenai pencegahan stunting. Ia menyoroti kaitan erat antara pernikahan dini dengan peningkatan risiko stunting pada anak.

“Anak-anak yang lahir dari pasangan yang menikah di usia dini cenderung lebih rentan terkena stunting. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi orang tua. Oleh karena itu, pemahaman tentang bahaya pernikahan dini sangat penting, terutama bagi generasi muda yang kelak akan menjadi orang tua,” jelas Irna.

Irna juga menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi berdampak jangka panjang pada kualitas hidup generasi mendatang. “Kita harus bersama-sama memastikan bahwa remaja mendapatkan edukasi kesehatan yang baik, gizi seimbang, dan pemahaman akan pentingnya perencanaan keluarga untuk mencegah stunting,” tambahnya.

Selain DPPKB, kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi lain. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membawakan materi tentang pentingnya administrasi kependudukan sebagai fondasi perlindungan hukum bagi setiap individu. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memberikan edukasi terkait pencegahan TPPO, TPKS, bullying, dan penyalahgunaan narkoba.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami ingin memastikan bahwa pelajar memiliki pemahaman menyeluruh mengenai berbagai tantangan yang dapat mereka hadapi, baik di tingkat individu maupun sosial,” ujar salah satu narasumber dari DP3A.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Bombana untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya saing.

“Kesadaran akan pentingnya kesehatan, pendidikan, dan perlindungan dari berbagai ancaman sosial harus ditanamkan sejak dini. Generasi muda adalah investasi terbesar kita untuk masa depan yang lebih baik,” kata Irna.

Para siswa-siswi yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu siswa, Aditya, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini.

“Kami jadi lebih paham tentang bahaya pernikahan dini, stunting, dan bagaimana menjaga diri dari hal-hal negatif seperti narkoba dan kekerasan. Ini sangat bermanfaat untuk kami,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar yang menjadi peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, menyebarkan informasi yang didapatkan kepada teman-teman dan keluarga.

Pemkab Bombana dan Tim Penggerak PKK Sulawesi Tenggara optimistis kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan, pendidikan, dan perlindungan diri dari ancaman sosial.

“Kolaborasi ini akan terus berlanjut. Kita berharap siswa-siswi yang mengikuti sosialisasi ini dapat menjadi contoh bagi teman-temannya, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan secara lebih luas,” tutup Irna.

Dengan edukasi yang berkelanjutan dan sinergi lintas sektor, Kabupaten Bombana berharap mampu mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »