Perspektifmedia.id || Bomabana – Pemerintah Kabupaten Bombana membuka peluang besar untuk mempromosikan potensi daerah di kancah nasional melalui ajang pemilihan Putri Indonesia. Kesempatan itu datang setelah putri daerah, Asri Savira Ria, resmi ditunjuk sebagai perwakilan Sulawesi Tenggara untuk bersaing di tingkat nasional pada tahun 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana, Anton Ferdinan, menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah kontestan yang lahir di Bumi Wonua Bombana tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Savira menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata daerah.
“Dia (Savira) akan melakukan pengambilan spot-spot gambar potensi wisata kita, baik wisata bahari, sejarah, dan budaya. Itu perlu kita support maksimal. Kami sangat mendukung, bahkan berterima kasih karena dengan sendirinya pariwisata daerah ini terpromosi luas ke publik,” ujar Anton Ferdinan saat dikunjungi tim Calon Putri Indonesia di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).
Pria yang juga menjabat Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bombana ini menjelaskan, beberapa lokasi wisata dan tempat sakral di Bombana akan menjadi lokasi syuting untuk bahan profile kontestan. Tayangan itu nantinya disiarkan di televisi nasional dan ditonton jutaan pasang mata. Menurutnya, ini adalah momentum emas promosi gratis yang tidak boleh disia-siakan.
“Lagi pula Savira ini perlu kita dukung karena ia kelahiran Bombana, tepatnya di Kasipute. Rumahnya dulu di depan Mesjid Raya, pasar lama, yang kini beralih fungsi menjadi ruang publik dan Alun-alun kota. Masa kecilnya dulu bermain di situ, itu akan menjadi ingatan unik dan memori tersendiri baginya,” tambah Anton.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pemerintah daerah melalui dinas terkait akan menyiapkan fasilitas dan akomodasi selama tim pelaksana berada di Bombana. Rencananya, pengambilan gambar akan dilakukan di sejumlah titik ikonik, seperti Alun-alun depan Masjid Raya Nurul Iman, Makam Para Raja Moronene, Rumah Adat Moronene, Padang Pajongae, Pantai Rahwana, hingga Wisata Tangkeno di Pulau Kabaena.
Untuk mendukung nilai estetika dan budaya, Savira akan menggunakan pakaian adat Moronene dalam beberapa sesi pemotretan. Kostum dan aksesori tersebut disiapkan oleh Dekranasda Bombana yang berlokasi di samping rumah jabatan Bupati. Galeri tersebut tidak hanya menyediakan busana adat, tetapi juga kerajinan tangan dan makanan khas Bombana yang nantinya bisa menjadi buah tangan khas daerah.
Anton menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bupati Bombana untuk meminta petunjuk lebih lanjut. Ia menekankan, promosi ini bukan hanya tentang nama daerah, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat Bombana yang diangkat ke level nasional.
“Ketika wisata ini dipromosikan, berarti daerah Bombana yang dieksplor keluar, termasuk Sulawesi Tenggara secara umum. Kebetulan, beberapa spot di Bombana menjadi pilihan mereka,” pungkasnya. AM (Red).
![]()











