Daerah  

Dinkes Bombana Awasi Keamanan Takjil Ramadan

Perspektifmedia.id || Bombana – Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) turun ke lapangan untuk memastikan takjil yang dijual di sekitar alun-alun Masjid Raya Bombana aman dikonsumsi. Pengawasan pangan siap saji itu digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, menyusul tingginya permintaan takjil selama bulan Ramadan.

Kepala Bidang P2P Dinkes Bombana, Andi Ira Angraeny Rahman, memimpin langsung tim gabungan yang terdiri dari programer kesehatan lingkungan, surveilans, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Rumbia. Mereka menyambangi puluhan gerai takjil untuk memberikan pembinaan sekaligus memeriksa sampel makanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang berbuka puasa mengonsumsi pangan yang sehat dan aman. Makanya kami cek langsung dari bahan baku, pewarna, hingga cara penyajiannya,” kata Andi Ira di sela-sela kegiatan.

Tim juga mengedukasi para pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan peralatan, menggunakan bahan makanan segar, serta menghindari penggunaan formalin atau boraks. Selain itu, mereka mengambil sampel takjil untuk diuji di laboratorium guna mendeteksi adanya zat berbahaya.

Pengawasan ini, menurut Andi Ira, merupakan langkah antisipasi terhadap potensi risiko kesehatan selama Ramadan. “Saat bulan puasa, permintaan takjil melonjak. Kalau tidak diawasi, risiko keracunan atau diare bisa meningkat. Karena itu kami rutin melakukan pembinaan setiap tahun,” tambahnya.

Selain pemeriksaan, tim P2P juga membagikan leaflet dan stiker berisi tips memilih jajanan sehat. Mereka berharap para pedagang bisa menjadi agen perubahan dalam menyediakan pangan yang higienis.

Dinkes Bombana mencatat, pengawasan serupa akan dilakukan secara berkala selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Masyarakat pun diimbau lebih selektif dalam memilih takjil.

“Kondisi kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita makan kemarin. Mari jaga kesehatan dengan memilih makanan yang aman. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” pesan Andi Ira.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap bersyukur dan bahagia di bulan penuh berkah ini. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada lagi kasus keracunan atau gangguan pencernaan akibat konsumsi takjil tidak sehat. AM (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »