Selasa, 10 Desember 2024 – Bertempat di Aula Rapat Dinas Kesehatan, Kabupaten Bombana menggelar pertemuan penting yang membahas strategi implementasi sistem rekam medis berbasis elektronik. Kegiatan ini bertujuan mempercepat transformasi layanan kesehatan melalui digitalisasi, sehingga kualitas pelayanan kesehatan dapat terus meningkat.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk staf Dinas Kesehatan, tenaga medis dari berbagai puskesmas, pejabat pemerintah daerah, serta pengembang teknologi informasi. Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya sistem rekam medis elektronik dalam menciptakan pengelolaan data pasien yang lebih efisien, akurat, dan aman.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Dr. H. Sulthan Marhaban, M.Kes., menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan. “Sistem rekam medis elektronik ini bukan hanya alat pencatat data, tetapi juga solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis sekaligus memastikan akurasi data pasien,” ujarnya.
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah edukasi kepada tenaga medis mengenai penggunaan sistem ini. Dengan pelatihan yang intensif, diharapkan tenaga medis dapat memahami dan mengaplikasikan teknologi ini dengan baik dalam praktik sehari-hari. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan pencatatan data pasien, mempercepat layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.
Meski demikian, sejumlah tantangan juga menjadi sorotan, terutama keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah terpencil. Dalam diskusi, para peserta menyadari pentingnya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tenaga medis, maupun masyarakat, untuk menyukseskan transisi menuju sistem digital.
“Kami sadar bahwa keberhasilan implementasi sistem ini memerlukan kolaborasi erat dari semua pihak. Dukungan infrastruktur, pelatihan, hingga komitmen bersama sangat penting agar perubahan ini dapat berjalan lancar,” kata Dr. H. Sulthan.
Selain itu, peserta juga membahas potensi besar yang ditawarkan oleh digitalisasi rekam medis. Sistem ini tidak hanya mendukung penyimpanan data yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi dalam penelitian kesehatan, pemantauan kondisi masyarakat secara real-time, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di Bombana diharapkan dapat menjadi lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana untuk mendorong digitalisasi sektor kesehatan. “Dengan sistem rekam medis elektronik, kita berharap bisa menciptakan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, efisien, dan modern,” ujar salah satu tenaga medis yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Di akhir pertemuan, para peserta menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mendukung implementasi sistem rekam medis elektronik. Langkah-langkah ini meliputi peningkatan pelatihan tenaga medis, pembangunan infrastruktur teknologi, dan penguatan koordinasi antarinstansi terkait. Ke depan, transformasi digital ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan di Kabupaten Bombana dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Melalui pertemuan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana optimis bahwa percepatan digitalisasi sektor kesehatan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Tidak hanya menciptakan layanan yang lebih baik, tetapi juga memastikan kesehatan masyarakat dapat dikelola dengan lebih terukur dan berkelanjutan.
![]()











