Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pertanian menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB). Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 29 November 2024, di Hotel Gren Lampusui, Bombana, dan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, Muslihin, SP.
Dalam sambutannya, Muslihin menekankan pentingnya kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Bombana yang memiliki potensi besar. Namun, di tengah persaingan global, kelapa sawit kerap mendapatkan sorotan negatif, terutama terkait isu keberlanjutan. “Kami di Pemkab Bombana memiliki komitmen yang tinggi untuk memastikan kebun kelapa sawit yang ada dapat berkelanjutan. Kami bertekad menjadikan Bombana sebagai pionir kabupaten lestari di Indonesia dengan menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” ujar Muslihin.
Kegiatan FGD ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam pengembangan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kehadiran berbagai narasumber dari lembaga akademis dan profesional turut memperkaya diskusi yang berlangsung. “Hasil dari FGD ini akan menjadi pedoman dalam menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB),” kata Muslihin, “Kami ingin menyelesaikan tantangan yang ada dan mematahkan stigma negatif tentang kelapa sawit, seperti isu deforestasi, kebakaran lahan, pekerja anak, dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).”
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif, SH, mengajak semua peserta untuk mengikuti kegiatan FGD dengan serius dan berkontribusi secara aktif dalam merumuskan kebijakan pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan. “FGD ini sangat penting untuk menggali ide-ide strategis dalam rangka pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan mengatasi tantangan yang ada,” ujar Sarif.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, di antaranya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana, Bappeda Bombana, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, BPN Bombana, PT GAS, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Muh. Arwin, menambahkan bahwa FGD ini juga bertujuan untuk menyusun dokumen rencana aksi daerah yang strategis dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Bombana. “Dokumen ini diharapkan dapat menjadi pedoman yang jelas dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan citra positif kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang ramah lingkungan,” jelas Arwin.
Lebih lanjut, Pemkab Bombana berharap melalui kolaborasi lintas sektor ini, posisi kelapa sawit sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah dapat diperkuat, sekaligus memastikan pengelolaannya tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan yang seimbang antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan FGD ini, diharapkan Kabupaten Bombana dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola kelapa sawit secara berkelanjutan. Kolaborasi antar instansi pemerintah, akademisi, serta pihak swasta sangat penting dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perekonomian daerah.
“Kami ingin kebun kelapa sawit di Bombana bukan hanya menjadi sumber daya ekonomi, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan yang bijaksana, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Ini adalah upaya bersama untuk memastikan generasi mendatang dapat menikmati hasil yang sama dengan kita,” pungkas Muslihin.
![]()











