Bombana – Cuaca ekstrem menjadi tantangan utama bagi petani di Kabupaten Bombana dalam menjaga produktivitas sawah. Ketersediaan dan akses air yang terbatas sering kali menghambat proses irigasi, sehingga pemerintah daerah mengupayakan solusi melalui program bantuan pompa air berbahan bakar gas (BBG).
Pada Senin (2/12/2024), bertempat di pelataran Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Dinas Pertanian mendistribusikan 154 unit pompa air konversi BBM ke BBG kepada petani. Acara ini berlangsung selama sepekan dan dihadiri oleh pihak Dinas Pertanian, konsultan pengawas, penyuluh pertanian, dan sejumlah petani penerima bantuan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Rahmatia, menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dan DPR dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. “Program konversi ini adalah upaya nyata untuk membantu petani mengatasi masalah pengairan dengan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Setiap paket bantuan yang diterima petani meliputi mesin pompa air 3 inci, tabung gas 3 kg, konverter, toolkit, bracket, selang LPG, regulator, selang hisap sepanjang 6 meter, selang buang sepanjang 10 meter, oli enduro matic, buku panduan, dan kartu garansi.
Menurut Rahmatia, penggunaan pompa air BBG sangat menguntungkan dari sisi ekonomi. “Dengan gas 3 kg, petani hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp25.000, jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan bensin yang bisa mencapai Rp100.000 per hari. Efisiensi biaya ini mencapai 75 persen,” jelasnya.
Selain menghemat biaya, bantuan ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan air yang menjadi kendala utama petani dalam proses irigasi. Penggunaan pompa air ini memungkinkan pemanfaatan sumber air sekitar lahan persawahan secara lebih optimal.
“Bantuan ini sudah melalui proses verifikasi yang ketat, mulai dari data penerima hingga kondisi area persawahan yang terdampak cuaca ekstrem,” tambah Rahmatia. Ia juga menyebut bahwa program ini telah berlangsung sejak 2021 dan terus disempurnakan setiap tahunnya.
Salah satu penerima bantuan, Sugiarti, warga Kecamatan Rarowatu Utara, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Pompa air BBG ini sangat membantu kami dalam mengairi sawah, terutama di musim kemarau,” katanya.
Bantuan pompa air BBG ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bombana dengan meningkatkan produktivitas pertanian. Dinas Pertanian optimistis bahwa efisiensi pengairan melalui pompa ini akan membantu petani menjaga pertumbuhan padi dengan baik meskipun di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Program ini tidak hanya mendukung keberlanjutan sektor pertanian tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan petani. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan Kabupaten Bombana semakin kuat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Distribusi pompa air BBG ini dijadwalkan selesai dalam sepekan. Pemerintah Kabupaten Bombana terus mengupayakan berbagai langkah untuk mendukung petani menghadapi dampak cuaca ekstrem, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan berdaya saing.
![]()











