Rumbia – Tim Proyek Accelerating Clean Energy Access to Reduce Inequality (ACCESS) yang dipimpin oleh National Project Manager, Mathilde Sari Gokmauli, mengunjungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana pada Kamis, 12 September 2024, dalam rangka melaksanakan Terminal Evaluation atau evaluasi akhir proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah selesai dibangun di wilayah tersebut. Kunjungan ini disambut hangat oleh Sekretaris Dinas PMD, A. Astri As’ad, S.IP, M.AP, dan beberapa staf terkait.
Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk menilai dampak dan capaian proyek ACCESS yang telah berhasil menyediakan akses energi terbarukan melalui PLTS di tiga lokasi di Kabupaten Bombana. Proyek ini, yang dilaksanakan di Desa Baliara Kepulauan dan Desa Lengora Pantai, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh akses listrik.
Pembangunan PLTS Berhasil Menyalurkan Energi Bersih
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Dinas PMD, Mathilde Sari Gokmauli menjelaskan bahwa pembangunan PLTS di tiga titik lokasi tersebut telah selesai dan sekarang seluruh masyarakat di kedua desa tersebut sudah menikmati manfaat dari layanan listrik yang bersumber dari energi matahari. “Saat ini, seluruh masyarakat di lokasi pembangunan PLTS sudah menikmati layanan listrik dan telah memanfaatkan energi listrik yang diperoleh untuk kegiatan produktif mereka,” kata Mathilde dengan penuh optimisme.
PLTS yang dibangun di Desa Baliara Kepulauan dan Desa Lengora Pantai diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat di kedua desa yang sebelumnya belum memiliki akses listrik yang memadai. Dengan hadirnya PLTS, kini warga desa dapat menjalankan berbagai kegiatan, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk usaha kecil yang dapat meningkatkan ekonomi mereka.
Evaluasi Akhir untuk Penilaian Capaian
Proyek ACCESS ini mengusung konsep pembangunan energi bersih dan ramah lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui penyediaan listrik. Sebagai bagian dari evaluasi akhir, tim proyek melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan para stakeholder tingkat kabupaten, termasuk Dinas PMD yang menjadi salah satu pihak terkait dalam implementasi proyek ini.
“Proses evaluasi ini penting untuk menilai keberhasilan dan dampak yang telah dicapai oleh proyek ini. Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah pengumpulan data melalui wawancara dengan para stakeholder, termasuk di tingkat kabupaten, untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” jelas Mathilde.
Dalam sesi wawancara yang berlangsung dengan lancar dan kondusif, Sekretaris Dinas PMD, A. Astri As’ad, bersama dengan Sub Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Alwin, S.Si, turut memberikan tanggapan positif terhadap proyek ACCESS. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya proyek ini. PLTS yang dibangun telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam peningkatan kesejahteraan mereka melalui pemanfaatan energi yang terbarukan,” ungkap Astri As’ad.
Terima Kasih kepada Pihak Terkait
Pada akhir pertemuan, Sekretaris Dinas PMD juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Proyek ACCESS serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan PLTS di kedua desa tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proyek ini. Keberhasilan pembangunan PLTS di desa kami sangat membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Astri As’ad.
Pembangunan PLTS ini adalah salah satu langkah konkret dalam mengurangi ketimpangan akses energi antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta memberikan dorongan bagi peningkatan ekonomi masyarakat di daerah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik. Proyek ACCESS, yang didukung oleh berbagai pihak, menjadi contoh sukses pemanfaatan energi terbarukan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dampak Positif untuk Masyarakat
Masyarakat di Desa Baliara Kepulauan dan Desa Lengora Pantai kini dapat menikmati berbagai manfaat dari PLTS, mulai dari penerangan rumah tangga hingga mendukung kegiatan produktif seperti usaha kecil, yang sebelumnya terbatas karena ketiadaan listrik. Ke depan, keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengimplementasikan solusi energi bersih yang terjangkau.
Sebagai bagian dari evaluasi akhir, tim proyek ACCESS berencana untuk menyusun laporan yang komprehensif mengenai capaian proyek dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat di kedua desa tersebut. Mathilde Sari Gokmauli berharap agar proyek ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia, terutama daerah-daerah yang belum terjangkau energi listrik.
Dengan adanya evaluasi ini, pihak-pihak terkait dapat melihat gambaran lengkap tentang keberhasilan proyek ACCESS dan terus berupaya untuk meningkatkan akses energi bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Dinas PMD Kabupaten Bombana berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan proyek-proyek energi terbarukan yang lebih besar di masa depan.
![]()











