Bombana, 9 September 2024 – Dalam upaya mengatasi serangan hama dan penyakit yang kerap mengancam tanaman padi, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menggelar Sosialisasi Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu Utara. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani mengenai cara pengendalian OPT secara efektif untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Camat Rarowatu Zakir, S.Pd, Kepala Desa Lakomea Efendi, SH, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan, penyuluh pertanian, pengendali OPT (POPT), serta perwakilan kelompok tani setempat. Sebanyak 25 peserta dari Kelompok Tani Bunga Padi hadir mengikuti acara yang berlangsung di area persawahan Desa Lakomea.
Dalam sambutannya, Sarif menegaskan pentingnya pemahaman mendalam tentang pengendalian OPT bagi petani. “Hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu faktor yang membatasi pencapaian produksi. Dengan sosialisasi ini, kami berharap petani dapat memahami cara pengendalian OPT yang efektif di lapangan sehingga hasil panen mereka meningkat,” ujar Sarif.
Edukasi Pengendalian Hama Secara Praktis
Kegiatan sosialisasi ini didasarkan pada pengamatan lapangan dan rekomendasi dari POPT setempat. Para peserta mendapatkan arahan langsung dari narasumber Kelompok Jabatan Fungsional (KJF), termasuk Abd. Hafid, S.St, dan Duwi Atmanto, SP.
Abd. Hafid memandu kelompok tani untuk memahami teknik penyemprotan tanaman padi menggunakan agen pengendali hayati (APH) maupun insektisida kimia secara efektif. “Kami mengajarkan cara penyemprotan yang benar agar hasilnya maksimal dan tetap aman bagi lingkungan. Dengan teknik yang tepat, serangan OPT dapat diminimalkan,” jelas Hafid.
Sementara itu, Duwi Atmanto, SP, menekankan pentingnya penanganan hama tikus yang menjadi ancaman utama di Desa Lakomea. “Hama tikus sering menjadi momok bagi petani. Oleh karena itu, langkah pengendalian yang terencana dan terintegrasi sangat penting untuk memastikan produksi padi tidak terganggu,” ujarnya.
Komitmen Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan, seperti teknik penggunaan alat semprot dan identifikasi OPT. Lokasi pelaksanaan yang berada di persawahan Kelompok Tani Bunga Padi menjadi arena belajar sekaligus tempat penerapan ilmu secara langsung.
Kepala Desa Lakomea, Efendi, SH, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap petani di desanya. “Kami berharap ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini dapat diterapkan oleh petani, sehingga hasil panen mereka semakin baik dan desa kami semakin produktif,” ungkapnya.
Harapan untuk Pertanian Berkelanjutan
Melalui sosialisasi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Pengetahuan tentang pengendalian OPT tidak hanya akan membantu petani melindungi tanaman mereka, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka melalui hasil panen yang optimal.
“Kami ingin petani di Desa Lakomea tidak hanya memahami cara mengendalikan OPT, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dan metode modern untuk meningkatkan produksi padi mereka,” ujar Sarif dalam penutupannya.
Para peserta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkala agar mereka selalu mendapatkan informasi terbaru tentang teknologi pertanian dan pengendalian OPT. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga ke depan lebih banyak lagi ilmu yang diberikan agar hasil panen kami terus meningkat,” ujar salah satu petani peserta sosialisasi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produksi padi di Desa Lakomea semakin meningkat, dan petani mampu menghadapi tantangan pertanian dengan lebih percaya diri. Gerakan pengendalian OPT ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bombana.
![]()











