Bombana, 27 Desember 2024 – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana memfasilitasi kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Program Gerakan Orang Tua Asuh (GENTING) yang diselenggarakan oleh Tim Kerja Akses Layanan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara yang berlangsung di Aula Kantor DPPKB Kabupaten Bombana ini dihadiri oleh Petugas Lapangan (PKB/PPPK), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta mitra kerja terkait.
Program GENTING ini merupakan bagian dari upaya besar dalam menanggulangi permasalahan stunting di Indonesia, yang menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam sambutannya, dr. Fitriani Abu Kasim, M.Kes, Ketua Tim Kerja Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan.
“Gerakan ini menjadi upaya strategis dari BKKBN untuk mendukung pemerintah pusat dalam mengurangi angka stunting, melalui pendampingan langsung kepada keluarga yang berisiko,” jelas dr. Fitriani Abu Kasim.
Hadir pula Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, H. Abdul Asiz, M.Si, yang menyatakan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menekankan bahwa program GENTING di Kabupaten Bombana menjadi langkah konkret untuk melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
“Pembentukan Orang Tua Asuh GENTING di Bombana ini adalah langkah strategis. Kami ingin membantu keluarga berisiko stunting, dengan fokus pada 1000 hari pertama kehidupan. Ini adalah masa yang sangat penting, mulai dari masa kehamilan,” ujar H. Abdul Asiz, M.Si.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya penanganan stunting yang terintegrasi, mulai dari peran pemerintah, tenaga pendamping keluarga, hingga mitra kerja terkait. Pendampingan intensif menjadi kunci utama dalam program ini. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis keluarga, diharapkan angka stunting di Bombana bisa turun secara signifikan.
“Keberhasilan program GENTING ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk bekerja bersama-sama, agar setiap keluarga yang berisiko stunting bisa mendapatkan bantuan yang tepat dan efektif,” tambah H. Abdul Asiz.
Lebih lanjut, H. Abdul Asiz menegaskan bahwa program ini juga berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, gizi ibu hamil, serta pemberdayaan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan anak. Semua pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat, diminta untuk saling bersinergi agar program GENTING dapat berjalan dengan sukses.
Dengan beragam intervensi yang melibatkan keluarga dan tenaga pendamping, program ini bertujuan tidak hanya mengatasi masalah stunting, tetapi juga untuk membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. Harapannya, Kabupaten Bombana bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mengurangi angka stunting dan memastikan kesehatan keluarga yang lebih baik.
Sebagai langkah lanjutan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok-kelompok Orang Tua Asuh GENTING (OTAGENTING) yang akan bekerja secara langsung dengan keluarga berisiko stunting. Melalui program ini, diharapkan angka stunting yang tinggi di Indonesia bisa berkurang secara signifikan, dengan memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa.
Program GENTING ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan mitra kerja sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan nyata dalam mengatasi masalah kesehatan, khususnya stunting. Dalam waktu dekat, berbagai kegiatan pendampingan akan terus dilaksanakan untuk memastikan bahwa setiap keluarga yang membutuhkan mendapatkan perhatian yang maksimal.
Dengan sinergi yang kuat dan semangat yang tinggi, diharapkan program ini akan memberikan hasil yang optimal bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bombana dan daerah lainnya.
![]()











