Bombana, 25 Desember 2024 – Dalam upaya menekan laju inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) ke-22. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di dua lokasi strategis, yakni Pasar Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara, dan Pasar Tadoha Mapaccing, Kecamatan Rumbia Tengah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Binnuraeni AS, SE., S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar lokal di tengah tingginya permintaan menjelang libur panjang akhir tahun.
“Melalui Gerakan Pangan Murah Keliling ini, kami berkomitmen untuk memberikan akses kebutuhan pokok berkualitas dengan harga stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Ini juga menjadi upaya strategis kami untuk menekan potensi inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Binnuraeni.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai komoditas pangan utama, seperti beras premium, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, ayam ras atau ayam potong, cabai Indofood, dan tomat. Dalam pelaksanaannya, Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Bulog Cabang Bombana, distributor pangan, serta pelaku usaha lokal untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.
Antusiasme masyarakat sangat terlihat di kedua lokasi pelaksanaan. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih ramah di kantong. Salah seorang warga di Pasar Tadoha Mapaccing, Yuliana (35), menyampaikan rasa syukurnya atas program ini.
“Kami sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, terutama di momen seperti Natal dan Tahun Baru, di mana kebutuhan biasanya meningkat,” ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Sutrisno (47), warga Pasar Marga Jaya. “Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di pasar biasa, dan kualitas barangnya juga bagus. Semoga kegiatan seperti ini terus dilanjutkan,” ujarnya.
Momentum libur panjang sering kali diiringi lonjakan harga sejumlah komoditas di pasaran. Gerakan Pangan Murah Keliling menjadi salah satu strategi andalan Pemerintah Kabupaten Bombana untuk menjaga stabilitas harga. Dengan memberikan akses langsung kepada masyarakat, kegiatan ini tidak hanya membantu warga memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga daya beli masyarakat.
Binnuraeni menambahkan, “Kami menyadari bahwa permintaan akan kebutuhan pokok meningkat tajam menjelang akhir tahun. Dengan langkah ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif dalam menstabilkan harga pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
Dinas Ketahanan Pangan Bombana berencana memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah Keliling ke lebih banyak titik strategis di wilayah Kabupaten Bombana selama periode akhir tahun. Dengan semangat melayani masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk menghadapi tantangan ekonomi, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses pangan terjangkau.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bombana dapat merasakan manfaat dari program ini. Ke depannya, kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas program agar semakin memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup Binnuraeni.
Dengan keberhasilan pelaksanaan GAUL ke-22 ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap masyarakat dapat menjalani momen perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Sebuah langkah nyata dari pemerintah daerah untuk hadir di tengah-tengah masyarakatnya dan memberikan solusi atas permasalahan ekonomi lokal.
![]()











